Biografi Aesop – Pendongeng yang Terkenal dengan Cerita Fabel

Aesop adalah seorang pendongeng story telling yang terkenal dengan cerita fabel. Banyak pelajaran serta pesan moral yang terkandung dalam dongeng fabel Aesop. Fabel adalah cerita dimana binatang menjadi tokoh-tokohnya. Mereka bertindak dan bertingkah seperti manusia. Saat ini, fabel Aesop masih diajarkan dan diwariskan ke generasi berikutnya. Khususnya untuk kebutuhan pementasan drama anak-anak dan kartun.

Dikenal sebagai pendongeng, banyak yang mengira bahwa cerita-cerita anak itu karya Aesop sendiri. Padahal, Aesop yang mengumpulkan dongeng dari masa sebelumnya. Persis yang dilakukan Brothers Grimm. Bedanya Aesop tidak menuliskannya, tapi hanya menceritakannya secara lisan.


Upaya pendokumentasian dongeng Aesop dilakukan pada tahun 300 Sebelum Masehi. Salah satunya adalah Socrates, yang menggubahnya menjadi sajak. Di samping, Socrates banyak filsuf dan pemikir berikutnya yang mendokumentasikannya. Pada 25 SM, kumpulan fabel Aesop diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Lalu, tahun 230 Masehi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan lainnya. Dimana terdapat beberapa penambahan cerita dari kebudayaan Arab dan lainnya.

Tidak banyak yang diketahui tentang sosok Aesop. Catatan yang bisa didapatkan hanyalah menyebutkan bahwa Aesop lahir tahun 650 SM (ada yang sebutkan tahun 550 SM) di Asia. Dia budak orang Yunani kaya. Sekarang ini banyak negara mengklaim jika Aesop berasal dari negara mereka.

Baca contoh fabel Aesop disini.

Biografi Enid Blyton – Sisi Lain Penulis Buku Cerita Anak “The Five Famous”

Biografi Enid Blyton – Sisi Lain Penulis Buku Cerita Anak “The Five Famous”
Menulis, menulis, menulis, dan menulis. Itulah rahasia Enid Blyton menelurkan 700 buku dan 10.000 cerita anak. Tentu dibubuhi sedikit imajinasi yang menambah kuat cita rasa cerita, yang tentunya diilhami dari bacaan yang banyak. Hingga, terlalu serius menulis dan membaca, ia seperti tenggelam dalam dunia imajinasi, menciptakan "dunianya" sendiri, yang gelap dan berliku.

Apakah itu bayangan Anda sekalian pada sosok penulis yang karyanya hingga kini sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia?

Tentu tidak.

Bagi seorang pembaca yang mengenal nama Enid Blyton lewat karyanya, seperti Lima Sekawan (Five Famous), pasti membayangkan penulis cerita anak satu ini memiliki sifat-sifat yang baik, keibuan, dan penuh kasih sayang. Ya, pada para pembaca ciliknya. Tapi pada suami dan anak-anaknya?

Ternyata tidak begitu.