Home » » Sinopsis Razia Sultan Episode 27 – Nasir Menyambut Pernyataan Perang Sultan Iltutmish

Sinopsis Razia Sultan Episode 27 – Nasir Menyambut Pernyataan Perang Sultan Iltutmish

Sebelumnya baca sinopsis Razia Sultan ep 26. Episode sebelumnya, telah terjadi kesalahpahaman antara Markand dan Nasir-keluarganya. Markand yang berusaha melindungi Nasir dari serangan tentara, malah disangka menyerangnya. Kesalahpahaman ini berakibat fatal, yaitu terpisahnya kepala Markand dari tubuhnya setelah Nasir memutuskan untuk melawan. Nasir dan keluarga Multan percaya jika penyerangan itu dilakukan oleh Sultan Iltutmish. Apa yang akan dilakukan oleh Nasir dan keluarga Multan, baca terus sinopsis Razia Sultan episode 27 berikut ini.

Sinopsis Razia Sultan Episode 27


Sinopsis Razia Sultan Episode 27 – Nasir Menyambut Pernyataan Perang Sultan Iltutmish

Dbiografi.com – Razia Sultan episode 27 dimulai dengan cerita kalau Sultan Multan (Pamannya Nasir) mengatakan kepada Nasir jika Sultan Iltutmish tidak memedulikan hubungan darah. Hal ini terbukti dengan dikirimkannya tentara untuk membunuh Nasir. Sultan Multan tahu benar tabiat Sultan Ilutmish, karena itu dia meminta penjagaan diperketat. Jika tidak mungkin dia dan Nasir sudah tewas. Razia bilang jika Bapaknya tidak mungkin berbuat hal senista itu, meskipun dia juga tidak tahu cara membuktikan Sultan Iltutmish tidak bersalah.

Shamshad juga berpikir para tentara yang menyerang diperintahkan oleh Sultan Iltutmish. Razia melihat tentara yang masih hidup. Sultan Multan bertanya pada tentara siapa yang telah menyuruhnya menyerang Nasir? Tentara menjawab bahwa dirinya diperintahkan oleh Sultan Iltutmish, lalu dia mati. Razia tidak percaya. Dia yakin tentara itu bohong. Dia yakin Bapaknya tidak mungkin melakukan ini. Dia mengatakan kepada Nasir dan Shamshad jika Sultan Iltutmish tak berlaku sekejam itu pada keluarganya sendiri.

Sultan Multan meminta Razia keluar dari delusinya. Dia menegaskan seorang pengkhianat tidak bisa dipercaya sedikit pun. Dia mengambil kepala Markand dan meminta tentara pengirim pesannya untuk membawanya ke hadapan Sultan Iltutmish sebagai “hadiah”.

*

Hati Sultan Iltutmish girang begitu dirinya disodori “hadiah” oleh tentara pengirim pesan Sultan Khwacha (Sultan Multan / Pamannya Nasir). Begitu dibuka, dia kaget mendapatkan kepala Markand ada di dalam kotak kecil itu. Rencana Shah Turkan terwujud. Nasir telah membunuh Markand. Sultan Iltutmish, yang tidak bisa berpikir jernih, meneriakkan nama NASIRRR...

*

Razia melihat Nasir terdiam, dan mengajaknya bicara. Bibi mengatakan Sultan Iltutmish dulu pernah membunuh Kakaknya, Adam Khan, dengan kebrutalan sama. Hari ini, Sultan Iltutmish mau membunuh Nasir. Razia bertanya pada Qutub apakah Bibinya mengatakan kebenaran? Qutub mengatakan mungkin saja pengkhianatnya adalah Markand itu sendiri. Meskipun Razia tetap membela Markand yang teguh kesetiaannya. Qutub menyahut, karena itu Razia harus menerima kenyataan jika Sultan Iltutmish-lah yang telah melakukannya. Sultan Khwacha meminta mereka semua tenang, sambil menunggu apa reaksi Sultan Iltutmish terhadap “hadiah” yang telah diberikannya.

*

Sultan Iltutmish meminta menteri lainnya untuk mengirim pesan ke Sultan Khwacha, yang berisi pesan jika Nasir telah membunuh Markand, mengkhianati negara dan kerajaan. Dan karena itu, dia akan mengangkat senjata demi menghabisi Nasir. Shazia meminta Sultan Iltutmish untuk tidak langsung berpikir untuk memerangi Nasir, karena Nasir adalah kesayangan Sultan. Sultan membenarkan, tapi itu dulu, sekarang tidak lagi. Dia telah memutuskan untuk mengirimkan tentaranya untuk pengkhianat!

*

Pelacur jelek memuji dirinya sendiri yang dengan suara bangle nya, Delhi melihat banyak pembunuhan, dan jika dia getar kakinya, keluarga kerajaan akan dibunuh.

*

Sultan Khwacha menegaskan, walaupun kerajaannya lebih kecil dibandingkan Delhi, dirinya tidak akan mundur menghadapi serangan tentara Iltutmish. Razia meminta Pamannya untuk tidak mengambil keputusan di dalam kemarahan. Nasir memanggil tentara pengirim pesan untuk memberitahu Sultan Iltutmish bahwa dirinya siap berperang dengan Delhi.

Bersambung ke sinopsis Razia Sultan Episode 28.

0 komentar:

Post a Comment