Sinopsis Razia Sultan Episode 34 – Razia Memprovokasi Para Budak untuk Memberontak

Sebelumnya baca sinopsis drama Razia Sultan ep 33. Razia dan Chanda ditangkap Sardar Maroof karena telah membebaskan para gadis. Althunia tidak mau menyelamatkan Razia karena koin yang dilemparnya menunjukkan gambar buntut. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Baca dalam Razia Sultan ep 34 yang akan tayang di MNCTV pada tanggal 4 Juli 2015.

Sinopsis Razia Sultan Episode 34


Sinopsis Razia Sultan Episode 34

Dbiografi.comRazia Sultan MNCTV ep 34 diawali dengan cerita Razia yang tengah berada di antara para budak wanita. Mereka mengatakan pada Razia bahwa semua orang akan dibun*h.

Qutub bermimpi buruk mengenai Razia. Dia terbangun sambil memanggil namanya. Uzma dan Shamshad terbangun gara-gara mendengar suara Qutub. Mereka menenangkan  Qutub untuk tidak mengkhawatirkan Razia yang pergi ke Delhi. Qutub mengatakan pesan belum sampai dan Razia juga belum diketahui keberadaannya – apakah sudah sampai di Delhi atau belum? Fathima berpikir untuk mengatakan kebenarannya kalau Razia menuju Ghazni, bukannya Delhi.

Sinopsis Razia Sultan Episode 34

Shamshad mengatakan bahwa Sultan Khwacha telah mengirimkan beberapa orang tentara untuk menjemput Razia. Namun, Uzma memberitahu jika Sultan Khwacha tidak mengirimkan tentara. Pembawa pesan datang dan memberikan surat jawaban dari Sultan Iltutmish pada Qutub. Qutub membacanya dan mendesisi jika Sultan Iltutmish tidak seharusnya melakukan hal itu. “Apa yang terjadi?” Shamshad bertanya melihat ekspresi Qutub. “Dia... dia akan menikahi Shah Turkan...” sahut Qutub.

Razia coba memprovokasi para budak lainnya untuk melindungi diri sendiri dari Sardar Maroof, dan kalau bisa melarikan diri. Seorang wanita menjawab provokasi Razia dengan mengatakan kalau wanita-wanita itu berada di batas hidup-mati. Istilah hidup segan mati pun tak bisa. Itulah kenapa tidak ada seorang pun yang coba membangkang. Tiap orang akan mati.

Sinopsis Razia Sultan Episode 34

Razia melihat pria gila yang bertemu dengannya di hutan. Dia memanggilnya untuk menyuruhnya mendapatkan kunci, tapi pria gila itu hanya mengulang-ulang kata-kata sama bahwa pasar Kabran adalah lembah kematian dan semua wanita akan mati. Setelah mengatakan hal itu, dia pergi.

Para budak mencemooh ajakan Razia. Mereka berpikir Razia membual tentang melawan para pria penjual budak sampai titik darah penghabisan. Mereka menolak ajakan itu.

Sinopsis Razia Sultan Episode 34 Sinopsis Razia Sultan Episode 34

Ketika berjalan ke hutan, Althunia mengingat ucapan gadis yang memintanya menyelamatkan wanita penyelamat. Dia mengeluarkan koin peraknya dan bergumam jika dirinya memang tidak berperasaan, tapi dia mengaku punya. Dia berpikir bagaimana menyelamatkan wanita itu, dan teringat kata-kata gadis yang memintanya untuk mencari Bhaktavar. Althunia memikirkan hal pertama yang harus dilakukannya adalah pergi menemui Bhaktavar, untuk membantunya menyelamatkan wanita penyelamat.

Razia melihat laba-laba di dinding, mengambilnya dan mengatakan bahwa hewan lemah ini sedang berjuang untuk menyelamatkan diri. Dia meledek para budak wanita itu lebih buruk dari hewan tersebut.

Razia mengatakan, "Sejak kecil kita dibuat seseorang yang pengecut. Biar bagaimana pun, kita tetap akan mati. Karena itu, lebih baik mati dalam perjuang dibandingkan mati sebagai pengecut!" Para budak bertanya apa yang harus mereka lakukan?

Althunia berhasil menemukan Bakhtavar. Dia menyuruhnya untuk menjual para gadis. Bakhtavar bertanya di mana para gadis yang mau Althunia jual? Althunia menjawab, "Perempuan adalah makhluk yang sangat berbahaya. Aku telah mengurung mereka di belakang semak-semak."

Bakhtavar memeriksanya dan tidak bisa menemukan seorang gadis pun. Althunia menjawab kalau gadis-gadis itu mungkin sudah melarikan diri. Dengan tangkas, dia mengeluarkan tongkatnya dan memukul Bakhtavar sampai pingsan. Althunia memakai pakaian yang Bakhtavar. Dia pergi ke pasar Kabran dalam penyamaran sebagai Bahktavar.

Bersambung ke sinopsis Razia Sultan ep 35.

Sinopsis Razia Sultan Episode 33 – Althunia Tidak Mau Selamatkan Razia

Sebelumnya baca sinopsis drama Razia Sultan ep 32. Razia dan Chanda dibawa ke pasar Kabran. Mereka menemukan hal-hal yang tidak ingin mereka lihat. Althunia membawa para gadis yang telah Razia selamatkan sebelumnya ke rumah orang tua mereka. Apa yang terjadi selanjutnya dalam Razia Sultan ep 33 yang disiarkan MNCTV tanggal 3 Juli 2015.

Sinopsis Razia Sultan Episode 33


Sinopsis Razia Sultan Episode 33

Dbiografi.com – Razia Sultan MNCTV episode 33 diawali saat Razia, Chanda, dan banyak wanita lainnya digiring ke pasar Kabran. Seorang wanita menghampiri untuk minta tolong diselamatkan dari tangan penjagal. Dia tampak ketakutan betul.

Althunia membawa para gadis kembali ke rumah orang tua mereka dengan selamat. Orang tua para gadis senang melihat anak-anak mereka kembali. Mereka mengucapkan banyak terima kasih pada Althunia. Sebagai ucapan terima kasih, Althunia minta minum dan jaggery (pemanis alami dari jus tebu, bentuknya seperti kue) kepada salah satu orang tua para gadis itu. Ketika diambilkan, Althunia tampak menikmati air dan jaggery. Dia mengambil beberapa jaggery untuk bekal perjalanannya, sebab dirinya akan segera pergi.

Pemberi jaggery memintanya untuk tinggal selama beberapa waktu, tapi Althunia mengaku tidak bisa melakukannya. Althunia akan pergi ke mana takdir membawanya.

Seorang gadis memintanya untuk menyelamatkan penyelamatnya. Althunia bertanya siapa penyelamat itu? Gadis itu memberitahu penyelamatnya adalah berkain merah.

Razia melihat, di pasar Kabran, gadis-gadis dibarter dengan ayam dan hewan ternak lainnya. Mereka ditimbang, disamakan bobot tubuhnya.

Sinopsis Razia Sultan Episode 33 Sinopsis Razia Sultan Episode 33

Althunia mengeluarkan koin peraknya. Dia mengatakan, pada gadis yang memintanya menyelamatkan Razia, bahwa dirinya akam melempar koin itu.

Jika yang keluar gambar kepala, maka dia akan pergi melakukan penyelamatan. Jika yang keluar gambar ekor, maka dia akan pergi mencari takdirnya.

Sinopsis Razia Sultan Episode 33 Sinopsis Razia Sultan Episode 33

Bos penyamun memberitahu Razia jika ada seorang wanita yang akan dihukum oleh bos pasar Kabran, karena wanita itu telah menentang. Bos pasar datang. Orang-orang mengelu-elukan namanya, yaitu Sardar Maroof. Maroof memberitahu semua orang jika pasar Kabran adalah “kuburan” bagi para wanita. Dia menegaskan wanita yang berada di batu penghukuman telah mengutuknya, karena itu wanita itu takkan pernah dimakamkan secara layak di sana.

Maroof menarik pedang besarnya, lalu memenggal kepala wanita itu. Razia ketakutan. Dia munt*h-munt*h.

Sinopsis Razia Sultan Episode 33 Sinopsis Razia Sultan Episode 33

Bos penyamun dan seorang pembeli wanita melakukan transaksi barter para wanita dengan seekor kuda. Para wanita dan kuda ditimbang. Ternyata kuda masih memiliki bobot lebih berat dari beberapa wanita milik bos penyamun. Pembeli wanita menunjuk Razia dan Chanda untuk diletakkan di rombongan para wanita. Namun Bos penyamun mengatakan jika pembeli wanita itu membutuhkan seekor kuda lebih jika ingin menambahkan Razia dan Chanda di dalam timbangan.

Pembeli wanita menurunkan seorang wanita tua dan menaikkan Razia dan Chanda ke atas timbangan. Dia menegaskan akan menjadikan Razia sebagai istrinya. Ketika hasil timbangan seimbang, dia senang.

Althunia membuka hasil tangkapan koin pada tangannya. Dia mendapatkan gambar ekor, lalu dia meminta maaf pada gadis karena tidak bisa menyelamatkan penyelamat si gadis. Dia menambahkan kini nasib penyelamat gadis berada di tangan Gusti Allah.

Maroof mendekati Bos penyamun dan menanyakan para gadis kecilnya. Bos penyamun menjawab bahwa mereka telah melarikan diri. Maroof kesal dan berencana mencabik Bos penyamun menjadi empat bagian. Bos penyamun menunjuk Razia dan mengatakan bahwa Razia-lah yang telah membebaskan para gadis. Maroof membeli Razia dan Chanda dari pembeli wanita. Dia mengatakan akan membun*h Razia dan Chanda bersama wanita lainnya.

Bersambung ke sinopsis Razia Sultan episode 34.

Sinopsis Razia Sultan Episode 32 – Razia Mau Dijual

Sebelumnya baca sinopsis drama Razia Sultan ep 31. Razia dan Chanda tertangkap rombongan para penyamun, setelah mereka membebaskan para gadis yang siap dijadikan budak. Apa yang akan terjadi selanjutnya baca selanjutnya di Razia Sultan MNCTV episode 32 yang tayang tanggal 2 Juni 2015.

Sinopsis Razia Sultan Episode 32


Sinopsis Razia Sultan Episode 31 Sinopsis Razia Sultan Episode 31

Dbiografi.com – Razia Sultan ep 32 ini dimulai dengan cerita Razia dan Chanda yang ditangkap oleh gerombolan penyamun untuk dijadikan sebagai budak.

Di sisi lain, Ruknudin bertanya-tanya kenapa Razia belum sampai ke Delhi? Dia bersumpah akan membun*h Razia bila sudah datang! Shah Turkan menyahut kalau Razia tidaklah bod*h. Dia yakin Razia pasti mencari bantuan ke orang yang dihormati oleh Sultan Iltutmish. Dan orang itu tak lain tak bukan adalah Sultan Yaldos, gurunya Nasir. Dia akan menjegal langkah Razia untuk bisa sampai ke Delhi.

Sinopsis Razia Sultan Episode 31 Sinopsis Razia Sultan Episode 31

Razia dan Chanda dibawa oleh para penyamun. Razia bertanya pada salah seorang penyamun itu ke mana mereka akan membawanya? Penyamun yang Razia tanyai menjawab kalau mereka akan dibawa ke mandii (pasar budak) untuk dijual. Mendengar itu Razia teringat ucapan yang dikatakan oleh orang gila yang berpapasan dengannya. Yang mengatakan tentang mandii dan lembah kematian. Dia bilang sama Chanda soal orang gila itu, yang ternyata ingin memperingatkan mereka. Wajah Chanda berubah panik.

Ruknudin terbahak-bahak melihat prajurit kuntet yang disewa Ibundanya. Shah Turkan meminta Ruknudin tidak meremehkan jagoannya berdasarkan tinggi tubuh, sebab di lingkungannya Jangura dikenal sebagai prajurit yang ganas. Ruknudin tetap tertawa, memandang remeh pada Jangura. Hinaan itu membuat Jangura bersuara, jika mereka bertemu sebelum disewa oleh Shah Turkan, dia akan menunjukkan kelasnya. Ruknudin marah. Dia menarik pedangnya dan menusuk Jangura, tapi pedang itu justru bengkok. Belum selesai, dia melemparkan batu pada Jangura. Batu pun pecah tanpa melukai tubuh Jangura.

Sinopsis Razia Sultan Episode 31 Sinopsis Razia Sultan Episode 31

Masih belum percaya dengan kekuatan Jangura, Ruknudin meninju Jangura. Segera dia meringis kesakitan. Kini giliran Jangura yang meninju Ruknudin. Dalam sekali pukulan, Ruknudin jatuh kesakitan. Kemudian, tubuh Jangura tiba-tiba meninggi melebihi Ruknudin. Dia berkata pada Shah Turkan supaya tidak khawatir: Razia takkan pernah saai ke Ghazia.

Sinopsis Razia Sultan Episode 31 Sinopsis Razia Sultan Episode 31

Kelelahan akibat perjalanan jauh, Razia tersungkur. Bos penyamun menyiram air untuk muka Razia. Dia mengingatkan jika Razia jatuh lagi, maka dirinya akan menyiram air kotor. Razia berbisik pada Chanda, walaupun hidup mereka berada di ujung tanduk nantinya, bahwa dirinya merasa bahagia telah membebaskan anak-anak tidak bersalah dari manusia jahat!

Para gadis yang telah Razia selamatkan bersembunyi di dalam hutan. Penyamun mencari mereka sambil berteriak mengancam nila para gadis tidak muncul, maka mereka akan dibunuh. Karena itu, dia memerintahkan supaya mereka keluar dari persembunyian dengan sendirinya. Penyamun ini melihat Althunia di atas kuda dan bertanya apakah Althunia melihat beberapa orang gadis? Althunia berbohong dengan mengatakan jika para penyamun pergi ke arah yang salah, lalu menunjukkan arah yang sama sekali berbeda dari tempat persembunyian para gadis. Penyamun pun pergi.

Seperginya penyamun, para gadis kecil keluar. Althunia bertanua pada mereka kenapa mereka beraembunyi dari Ayah mereka? Seorang gadis menjawab jika pria itu bukanlah Ayah mereka, tapi penyamun yang berusaha menjual mereka ke Kabran mandii kepada pria kaya. Untung saja, seorang wanita baik menyelamatkan mereka. Althunia meminta mereka untuk berhenti menangis. Dia memberikan para gadis itu beberapa makanan untuk dimakan dan meminta mereka untuk menunjukkan jalan menuju rumah mereka.

Sinopsis Razia Sultan Episode 32 Sinopsis Razia Sultan Episode 32

Razia dibawa ke pasar Kabran. Bos penyamun memintanya dan lainnya untuk terlihat lebih segar. Dia punya menyiram air pada mereka semua. Chanda coba melindunginya, tapi dia juga kena siram air. Bos penyamun meminta semua orang untuk menundukkan kepala, tapi Razia tidak mau. Itu membuat Bos penyamun kesal. Dia kembali memerintahkannya untuk menunduk. Chanda membujuk Razia untuk menunduk hingga mereka tahu apa yang akan terjadi.

Bersambung ke sinopsis Razia Sultan ep 33.

Sinopsis Razia Sultan Episode 31 – Razia di Sarang Penyamun

Sebelumnya baca sinopsis drama Razia Sultan episode 30. Razia dan Chanda berangkat ke Delhi untuk menghentikan perang, tapi di tengah jalan mereka kehilangan kuda, dan pergi mencarinya. Nasir yang telah mengetahui kalau Razia pergi ke Delhi memutuskan untuk menyusul. Apa yang terjadi selanjutnya? Baca selengkapnya di episode 31 ini.

Sinopsis Razia Sultan Episode 31


Razia Sultan ep 31

Dbiografi.com – Razia Sultan episode 31 ini dimulai dengan adegan Uzma yang mempertanyakan alasan Sultan Khwacha mengirim tentara ke Delhi untuk menjemput Razia. Dia mengingatkan jika Multan hanya memiliki sedikit tentara yang tidak bisa seenaknya diberi tugas keluar. Lagipula Razia adalah wanita pemberani yang bisa melindungi diri sendiri. Razia sendiri tengah terlihat ketakutan demi melihat gepeng (gembel pengemis).

*

Shah Turkan sedang menikmati buah-buahan yang nikmat. Dia menegur pelayan yang tidak baik pelayanannya dengan gaya bicara yang buruk. Seorang utusan Sultan Khawcha datang, minta dipertemukan dengan Sultan Iltutmish. Shah Turkan bertanya apa keperluan sang utusan?

*

Razia berhasil meloloskan diri dari gepeng. Dia dan Chanda mulai mencari kuda lagi. Shah Turkan mengatakan kalau dirinya tidak mau membun*h sang utusan. Itu membuat utusan bertanya apa maksud Shah Turkan?

*

Razia Sultan ep 31 Razia Sultan ep 31

Shah Turkan mengatakan Sultan Khwacha telah membunuh Markand, sehingga Sultan Iltutmish takkan mendengarkan apapun lagi! Utusan Khwacha takut mendengar hal itu, tapi dia harus bertemu Sultan Iltutmish untuk menyampaikan pesannya secara langsung. Shah Turkan menakut-nakuti utusan dengan mengatakan kalau Sultan Iltutmish sedang mengasah pedang. Utusan Khwacha ketakutan. Dia memberikan pesan pada Shah Turkan dan pergi. Ini memberi kesempatan bagi Shah Turkan untuk mengubah isi pesan.

*

Ketika Sultan Iltutmish sedang mengasah pedang, Ruknudin muncul dan menyuruh sultan untuk cepat pergi ke medan perang agar dirinya bisa mengurus kerajaan. Ruknudin juga memberitahu kalau dirinya telah berhenti memberikan bahan makanan kepada rakyat. Sultan Iltutmish marah dan berkata bahan makanan adalah hak rakyat, jadi Ruknudin tidak berhak menghentikannya. Shah Turkan yang ada di sana menetralisir dengan mengatakan jika Ruknudin telah memberikan koin perak sebagai ganti untuk membeli bahan makanan.

Razia Sultan ep 31 Razia Sultan ep 31

Sultan Iltutmish mengingatkan Ruknudin untuk menjaga rakyat dan kerajaan dengan baik. Shah Turkan mengatakan jika Ruknudin sibuk mengurus kerajaan, maka putra Sultan Iltutmish satunya telah mengirimkan pesan. Sultan Iltutmish terlihat gembira dan meminta Shah Turkan untuk membacakan pesan itu untuknya. Namun Shah Turkan mengaku tidak ingin mencampuri urusan Ayah dan Anak. Karena itu, dia menyarankan Sultan Iltutmish untuk membacanya sendiri.

Sultan Iltutmish membacanya dan kesal melihat pesan penuh kebencian itu - yang telah ditukar oleh Shah Turkan tentunya. Dia menegaskan akan membuat perang besar dengan Nasir segera dan membun*hnya karena telah berkhianat kepada negara.

*

Sinopsis Razia Sultan Episode 31 – Razia di Sarang Penyamun Sinopsis Razia Sultan Episode 31 – Razia di Sarang Penyamun

Razia dan Chanda melihat kuda mereka berada rombongan. Mereka berdua menduga rombongan itu adalah rombongan para pencuri. Karena itu, sebelum orang-orang di rombongan itu menyadari keberadaan mereka, kuda harus segera diselamatkan dan pergi secepatnya. Mereka membebaskan kuda dan baru ingin pergi ketika mereka melihat anak-anak berada dalam kurungan.

Razia berpikir anak-anak itu mesti diselamatkan supaya anak-anak itu tidak mati. Chanda mengajak Razia pergi secepatnya agar tidak ditangkap. Namun, Razia tetap berniat membebaskan anak-anak itu, dan rombongan pencuri muncul mengelilingi mereka. Dia bertanya apakah dosa membebaskan anak-anak tidak bersalah? Bos pencuri mengiyakan. Dia akan menghukum Razia dan mulai tertawa. Razia dan Chanda takut, melihat para pria bergerak ke arah mereka.

Bersambung ke sinopsisRazia Sultan episode 32.

Sinopsis Razia Sultan Episode 30 – Nyawa Althunia Berada dalam Bahaya

Sebelumnya baca sinopsis drama Razia Sultan ep 29. Razia memutuskan berangkat ke Ghaznia untuk menghentikan perang. Karena tidak mendapatkan izin dari Shamshad dan Qutub, dia pergi diam-diam walaupun telah meletakkan surat di kantong baju Nasir. Di sisi lain, Althunia siap meninggalkan dunia hitam pimpinan Haji Jamal. Apa yang terjadi selanjutnya? Berhasilkah Razia sampai ke Ghaznia? Apakah Haji Jamal akan membiarkan Althunia pergi begitu saja?

Sinopsis Razia Sultan Episode 30


Sinopsis Razia Sultan Episode 30 – Nyawa Althunia Berada dalam Bahaya

Dbiografi.com – Razia Sultan episode 30 dimulai dengan Razia yang mulai bisa berkuda. Chanda memuji Razia yang fokus dengan tujuannya, dan mengungkapkan kekhawatirannya soal Fathima yang mungkin saja ngember pada orang-orang di istana tentang keberangkatan mereka ke Ghazni. Namun, Razia yakin bila Fathima takkan ngember soal itu.

*

Di istana, Fathima mengatakan kepada Nasir dan lainnya kalau Razia pergi ke Delhi untuk menghentikan perang. Shamshad tidak percaya. Dia menuding Fathima berbohong. Fathima menegaskan jika dirinya sama sekali tidak berbohong. Dia memberitahu di kantun baju Nasir ada surat dari Razia, yang bisa membuktikan apakah dirinya bicara benar atau berdusta.

Nasir merogoh kantong bajunya dan membaca surat dari Razia. Dia membenarkan apa yang Fathima katakan bahwa Razia sedang menuju Delhi. Mendengar itu, Qutub jadi khawatir – takut terjadi apa-apa pada putrinya. Dia meminta Nasir untuk menyusul Razia dan menghentikan aksi nekat Razia.

*

Sinopsis Razia Sultan Episode 30 – Nyawa Althunia Berada dalam Bahaya

Razia membasuh luka-lukanya di danau. Chanda merawat luka-luka Razia, dan tiba-tiba dia mulai menangis. Razia mengernyitkan dahi, bertanya pada Chanda apa yang telah terjadi? Chanda menjawab bahwa dirinya lupa mengikat kuda, sehingga kuda mereka pasti sudah pergi.

*

Althunia siap meninggalkan teman-temannya. Dia berkata mereka pasti akan bertemu lagi jika takdir telah membawa mereka untuk bertemu. Haji Jamal memberi Althunia koin perak.

Althunia menolak, karena koin perak itu lebih pantas diberikan kepada pejuang Haji Jamal yang terbaik. Tapi Haji Jamal mengatakan kalau Althunia-lah pejuang terbaiknya nomor wahid. Karena Haji Jamal bilang begitu, Althunia menerimanya dan pergi.

Pejuang lainnya mempertanyakan pemberian koin perak itu pada Haji Jamal, kenapa Althunia bisa mendapatkan koin prestisius itu, padahal merekalah yang telah setia melayani Haji Jamal selaa bertahun-tahun? Dengan ringan Haji Jamal menjawab kalau mereka bisa mendapatkan koin perak itu jika berhasil merebutnya dari tangan Althunia dengan berbagai cara, termasuk membun*hnya sekalipun. Mereka berkata bahwa Althunia adalah teman masa kecil mereka, bagaimana mereka bisa membunuh Althunia? Haji Jamal memberitahu kalau mereka adalah bagian keluarga pejuang. Siapapun orang yang pergi, berarti bukan bagian dari mereka lagi! Karena itu, Althunia boleh dibun*h oleh mereka.

*

Chanda meminta maaf lagi pada Razia karena telah ceroboh tidak mengikat kuda. Razia meminta Chanda tidak menyalahkan diri sendiri dan meyakinkan jika mereka akan tetap sampai ke Ghazni apapun yang terjadi. Dia mengimbuhi kalau Chanda telah berusaha semampunya, tapi apa daya Tuhan berkehendak lain - membuat kuda kabur. Dia meminta Chanda untuk memikirkan langkah selanjutnya yaitu mencari kuda itu.

*

Sinopsis Razia Sultan Episode 30 – Nyawa Althunia Berada dalam Bahaya Sinopsis Razia Sultan Episode 30 – Nyawa Althunia Berada dalam Bahaya

Sultan Khwacha melihat Nasir dan tentaranya hendak pergi. Dia mendekat dan bertanya kemana Nasir mauergi? Nasir menjawab bahwa dirinya mau menjemput Razia yang saat ini tengah dalam perjalanan menuju Delhi. Sultan Khwacha tidak mengizinkan hal tersebut, sebab bila Nasir ke sana, bukan tidak mungkin Sultan Iltutmish tahu dan akan membun*hnya. Nasir berpikir tidak mungkin Ayahnya sekejam itu, menyerang pria tak bertentara.

Sultan Khwacha tidak mau Nasir mengambil risiko itu. Biar bagaimanapun Sultan Iltutmish telah mencap Nasir sebagai pengkhianat dan mengirimkan tentara untuk membun*hnya. Terus bagaimana mereka bisa mempercayai Sultan Iltutmish? Sebagai gantinya, dia akan mengirimkan tentara untuk menjemput Razia Shamshad muncul dan membenarkan apa yang Sultan Khwacha katakan.

*

Sinopsis Razia Sultan Episode 30 – Nyawa Althunia Berada dalam Bahaya Sinopsis Razia Sultan Episode 30 – Nyawa Althunia Berada dalam Bahaya

Sewaktu mencari kuda yang hilang Razia memayungi Chanda. Itu membuat Chanda tersanjung, karena seorang pelayan seperti dirinya diperhatikan oleh Razia. Sebaliknya, Razia tidak menganggap Chanda sebagai pelayan, tapi teman.

Mereka berdua melihat seorang pria muncul – pria ini telah membuntuti mereka sebelumnya. Razia bertanya siapa pria itu? Dia mendapat jawaban dari pria itu yang tidak berhubungan dengan pertanyaan Razia. Pria itu menjawb kalau tak seorang pun akan menyelamatkan Razia dan Chanda, sebab tempat itu adalah lembah kematian.

Bersambung ke sinopsis Razia Sultan episode 31.

Sinopsis Razia Sultan Episode 29 - Demi Menghentikan Perang, Razia Pergi ke Ghaznia

Sebelumnya baca sinopsis drama Razia Sultan ep 28. Sultan Iltutmish dan Nasir siap berperang satu sama lain. Razia berusaha menengahi hal ini dengan pergi ke Ghazni, tapi Shamshad melarangnya. Bukan Razia namanya jika berhenti. Dibantu Fathima dan Chanda, dia tetap akan pergi ke Ghazni tanpa diketahui siapapun.

Sinopsis Razia Sultan Episode 29


Sinopsis Razia Sultan Ep 29Sinopsis Razia Sultan Ep 29

Dbiografi.comRazia Sultan episode 29 dimulai dengan adegan di mana Althunia dikepung oleh sekawanan pria bersenjata. Mereka siap menyerang, tapi begitu Althunia melemparkan pedangnya, mereka semua tertawa. Rupanya mereka adalah teman lama.

Razia datang ke kamar Ibundanya, Ratu Qutub, untuk melihatnya tidur. Dia berkata pada dirinya sendiri tahu Ibundanya itu sangat sedih, lalu dia berjanji pada diri sendiri akan pergi ke Ghazni untuk membawanya pulang dan membuat Kesultanan Delhi berbahagia. Dia takkan membiarkan semua itu hilang begitu saja.

Sinopsis Razia Sultan Ep 29Sinopsis Razia Sultan Ep 29

Razia mencium kening Ibundanya. Sewaktu Razia mau pergi, adiknya terbangun dan bertanya apakah Razia mau pergi ke medan perang untuk berperang? Razia menjawab bahwa dirinya memang akan ke medan perang, tapi bukan untuk berperang, melainkan untuk menghentikan perang. Dia menyuruh adiknya itu  tidur lagi.

Sekeluarnya Razia dari kamar Ratu Qutub, Fathima dan Chanda mendekat. Razia meminta keduanya untuk membuat persiapan. Chanda memberitahu kereta dan barang-barang sudah menunggu di luar. Fathima meminta petunjuk Razia apa yang harus dikatakannya nanti soal ketidakberadaan Razia jika semua orang telah terbangun?

Sinopsis Razia Sultan Ep 29Sinopsis Razia Sultan Ep 29

Razia menenangkan keduanya kalau takkan terjadi apapun, lagipula dia akan pergi menemui Nasir terlebih dulu sebelum pergi.

Chanda mengingatkannya jika saat ini Nasir sedang sibuk dengan para tentara, dan mungkin tidak mau diganggu. Razia menegaskan jika dirinya akan mengambil risiko apapun.

Sinopsis Razia Sultan Ep 29Sinopsis Razia Sultan Ep 29

Nasir sendiri tengah berpidato di depan para prajurit Multan dengan penuh semangat. Pidato itu bertujuan membakar semangat prajurit sebelum perang dimulai. Dia mengobarkan semangat Islam di dada setiap prajurit.

Dengan memakai baju zirah besi, Razia berdiri di barisan paling belakang para tentara. Dia keberatan memakai baju zirah besi itu, dan bertanya-tanya bagaimana para tentara berperang dengan memakai zirah.

Sinopsis Razia Sultan Ep 29Sinopsis Razia Sultan Ep 29

Lalu, Razia berjalan ke arah Nasir dan ingin meletakkan surat di kantong kakaknya itu, tapi tidak jadi karena Nasir keburu melihatnya. Razia jalan pelan-pelan. Nasir menanyai identitasnya. Dia takut Nasir memergokinya. Melihat Razia yang letoy, Nasir memberitahu Razia jika Ayahnya pernah mengatakan jika tes prajurit bakalan lebih keras. Razia meletakkan surat di saku Nasir dan pergi.

Keluar dari istana, Razia melihat kuda dan bertanya pada Fathima dan Chanda apakah kuda itu untuk dipersiapkan keduanya? Chanda memberitahu jika perjalanan menuju Ghazni penuh dengan liku-liku.

Sinopsis Razia Sultan Ep 29Sinopsis Razia Sultan Ep 29

Razia tidak membantah hal tersebut. Masalahnya dia tidak bisa menunggang kuda. Chanda meminta maaf, karena dirinya tidak tahu hal itu. Fathima menawari Razia untuk naik ke sebuah kereta? Razia menggeleng, setelah teringat pidato penuh semangat yang dikumandangkan Nasir.

Razia naik ke punggung kuda. Dalam percobaan pertama, dia terjatuh. Fathima dan Chanda membantunya naik.

Althunia sampai di rumah bos lamanya, Haji Jamal. Teman-teman lamanya bilang akhirnya Althunia kembali setelah sekian lama. Althunia meminta mereka untuk berhenti bercanda dan menunjukkan di mana bos.

Sinopsis Razia Sultan Ep 29Sinopsis Razia Sultan Ep 29

Setelah ditunjukkan, Althunia datang menemui Haji Jamal. Mereka berbincang. Haji Jamal merasa Althunia belum berubah. Althunia bertanya, jika dirinya belum belum, bagaimana dengan Haji Jamal sendiri? Haji Jamal mengatakan bahwa Althunia bukanlah budak, melainkan pejuang, jadi dia seharusnya tidak ragu-ragu membunuh orang. Althunia menyahut bahwa dirinya tidak mau membunuh orang tidak bersalah.

Haji Jamal memberikan perintah membunuh terakhir untuk Althunia laksanakan, yang akan diganjar dengan hadiah yang cukup besar. Althunia tidak mau. Dia telah meninggalkan dunia hitam yang telah membesarkan namanya dan meminta pada Haji Jamal untuk membiarkannya hidup bebas. Haji Jamal mengatakan bahwa dirinya takkan menghentikan keinginan Althunia untuk hidup menurut kepantasannya. Althunia berterima kasih padanya dan berjanji takkan melupakan apa yang telah Haji Jamal lakukan untuknya, yaitu menolong hidupnya.

Uzma berkata pada Qutub jika dirinya telah mempersiapkan makanan kesukaannya dan mengajaknya makan bersama. Qutub menjawab bagaimana dirinya bisa memikirkan makanan di saat suami dan anaknya akan saling menyerang? Shamshad bilang kalau Qutub tetap harus makan untuk menghindari penyakit. Dia memerintahkan pelayan untuk memanggil Razia dan Shazia. Pelayan menjawab Razia tidak ada di kamarnya dan Fathima masih tidur di tempatnya.

Razia sendiri terlihat sedang belajar menunggang kuda. Dia jatuh berkali-kali. Chanda membantunya berdiri dan bertanya apakah ada yang sakit? Ketika Razia menjawab tidak ada yang sakit, Chanda berpikir kapan Razia bisa sampai Ghazni jika begini terus? Razia menyahut jika dirinya pasti akan sampai ke Ghazni tidak peduli apapun. Dia akan bisa menunggang kuda secepatnya. Dia pun kembali coba menunggang kuda, tapi lagi-lagi dia terjatuh.

Shamshad menampar Fathima dan bertanya di manakah Razia? Fathima bungkam. Shamshad memerintahkan pelayan untuk mengusir Fathima dari istana sebagai bentuk ancaman. Fathima memohon supaya Shamshad tidak melakukan itu.

Nasir muncul dan meminta pelayan untuk melepaskan Fathima. Dia mengatakan bahwa dirinya tahu di mana Razia sekarang - pergi menyelamatkannya.

Di sisi lain Razia akhirnya berhasil menunggang kuda. Chanda bertepuk tangan untuk Razia.

Bersambung ke sinopsis Razia Sultan episode 30.

Sinopsis Razia Sultan Episode 27 – Nasir Menyambut Pernyataan Perang Sultan Iltutmish

Sebelumnya baca sinopsis Razia Sultan ep 26. Episode sebelumnya, telah terjadi kesalahpahaman antara Markand dan Nasir-keluarganya. Markand yang berusaha melindungi Nasir dari serangan tentara, malah disangka menyerangnya. Kesalahpahaman ini berakibat fatal, yaitu terpisahnya kepala Markand dari tubuhnya setelah Nasir memutuskan untuk melawan. Nasir dan keluarga Multan percaya jika penyerangan itu dilakukan oleh Sultan Iltutmish. Apa yang akan dilakukan oleh Nasir dan keluarga Multan, baca terus sinopsis Razia Sultan episode 27 berikut ini.

Sinopsis Razia Sultan Episode 27


Sinopsis Razia Sultan Episode 27 – Nasir Menyambut Pernyataan Perang Sultan Iltutmish

Dbiografi.com – Razia Sultan episode 27 dimulai dengan cerita kalau Sultan Multan (Pamannya Nasir) mengatakan kepada Nasir jika Sultan Iltutmish tidak memedulikan hubungan darah. Hal ini terbukti dengan dikirimkannya tentara untuk membunuh Nasir. Sultan Multan tahu benar tabiat Sultan Ilutmish, karena itu dia meminta penjagaan diperketat. Jika tidak mungkin dia dan Nasir sudah tewas. Razia bilang jika Bapaknya tidak mungkin berbuat hal senista itu, meskipun dia juga tidak tahu cara membuktikan Sultan Iltutmish tidak bersalah.

Shamshad juga berpikir para tentara yang menyerang diperintahkan oleh Sultan Iltutmish. Razia melihat tentara yang masih hidup. Sultan Multan bertanya pada tentara siapa yang telah menyuruhnya menyerang Nasir? Tentara menjawab bahwa dirinya diperintahkan oleh Sultan Iltutmish, lalu dia mati. Razia tidak percaya. Dia yakin tentara itu bohong. Dia yakin Bapaknya tidak mungkin melakukan ini. Dia mengatakan kepada Nasir dan Shamshad jika Sultan Iltutmish tak berlaku sekejam itu pada keluarganya sendiri.

Sultan Multan meminta Razia keluar dari delusinya. Dia menegaskan seorang pengkhianat tidak bisa dipercaya sedikit pun. Dia mengambil kepala Markand dan meminta tentara pengirim pesannya untuk membawanya ke hadapan Sultan Iltutmish sebagai “hadiah”.

*

Hati Sultan Iltutmish girang begitu dirinya disodori “hadiah” oleh tentara pengirim pesan Sultan Khwacha (Sultan Multan / Pamannya Nasir). Begitu dibuka, dia kaget mendapatkan kepala Markand ada di dalam kotak kecil itu. Rencana Shah Turkan terwujud. Nasir telah membunuh Markand. Sultan Iltutmish, yang tidak bisa berpikir jernih, meneriakkan nama NASIRRR...

*

Razia melihat Nasir terdiam, dan mengajaknya bicara. Bibi mengatakan Sultan Iltutmish dulu pernah membunuh Kakaknya, Adam Khan, dengan kebrutalan sama. Hari ini, Sultan Iltutmish mau membunuh Nasir. Razia bertanya pada Qutub apakah Bibinya mengatakan kebenaran? Qutub mengatakan mungkin saja pengkhianatnya adalah Markand itu sendiri. Meskipun Razia tetap membela Markand yang teguh kesetiaannya. Qutub menyahut, karena itu Razia harus menerima kenyataan jika Sultan Iltutmish-lah yang telah melakukannya. Sultan Khwacha meminta mereka semua tenang, sambil menunggu apa reaksi Sultan Iltutmish terhadap “hadiah” yang telah diberikannya.

*

Sultan Iltutmish meminta menteri lainnya untuk mengirim pesan ke Sultan Khwacha, yang berisi pesan jika Nasir telah membunuh Markand, mengkhianati negara dan kerajaan. Dan karena itu, dia akan mengangkat senjata demi menghabisi Nasir. Shazia meminta Sultan Iltutmish untuk tidak langsung berpikir untuk memerangi Nasir, karena Nasir adalah kesayangan Sultan. Sultan membenarkan, tapi itu dulu, sekarang tidak lagi. Dia telah memutuskan untuk mengirimkan tentaranya untuk pengkhianat!

*

Pelacur jelek memuji dirinya sendiri yang dengan suara bangle nya, Delhi melihat banyak pembunuhan, dan jika dia getar kakinya, keluarga kerajaan akan dibunuh.

*

Sultan Khwacha menegaskan, walaupun kerajaannya lebih kecil dibandingkan Delhi, dirinya tidak akan mundur menghadapi serangan tentara Iltutmish. Razia meminta Pamannya untuk tidak mengambil keputusan di dalam kemarahan. Nasir memanggil tentara pengirim pesan untuk memberitahu Sultan Iltutmish bahwa dirinya siap berperang dengan Delhi.

Bersambung ke sinopsis Razia Sultan Episode 28.